Membentuk Arsitek Bang...

Membentuk Arsitek Bangsa: Seleksi LCC Empat Pilar MPR RI di Lampung Tekankan Persatuan Menuju Indonesia Emas 2045

Ukuran Teks:

PerDetik.Com, Bandar Lampung – Semangat kebangsaan kembali berkobar di Lampung seiring dengan dimulainya seleksi Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI). Ajang kompetisi bergengsi ini dirancang khusus untuk mengasah pemahaman generasi muda tentang nilai-nilai fundamental negara, sekaligus menanamkan jiwa kepemimpinan di tengah persaingan yang sehat dan menjunjung tinggi sportivitas. Acara pembukaan yang berlangsung di Hotel Radisson Lampung Kedaton, Sabtu, 18 April 2026, menjadi penanda dimulainya pencarian talenta-talenta terbaik yang siap mewakili Lampung di kancah nasional.

Plt Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, secara resmi membuka gelaran tersebut dengan penuh semangat. Dalam sambutannya, ia secara lugas menyatakan keyakinannya bahwa para peserta LCC ini merupakan tunas-tunas harapan, calon pemimpin bangsa yang akan mengukir sejarah dalam 15 hingga 20 tahun mendatang. Penekanan ini tidak hanya memotivasi, tetapi juga menempatkan tanggung jawab besar di pundak para pelajar yang terlibat.

Penyelenggaraan seleksi di Lampung menunjukkan antusiasme luar biasa dari sektor pendidikan setempat. Dari total 107 sekolah di seluruh kabupaten/kota se-Lampung yang mengikuti proses kurasi, sembilan sekolah terbaik berhasil lolos untuk berkompetisi di tingkat provinsi. Kehadiran Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, beserta jajaran Sekretariat Jenderal MPR RI, menegaskan komitmen kolektif terhadap penguatan karakter kebangsaan generasi muda.

Mengawali pidatonya dengan sapaan khas masyarakat Lampung, "Tabik Pun," Siti Fauziah memuji semangat "Sai Bumi Ruwa Jurai." Semboyan ini, menurutnya, bukan sekadar frasa, melainkan cerminan soliditas dan dukungan yang kuat dari Lampung dalam menyelenggarakan LCC. Ia secara khusus menekankan pentingnya menjaga sportivitas dan persahabatan di tengah ketatnya persaingan, mengingatkan bahwa tujuan utama adalah persatuan, bukan perpecahan.

Perempuan pertama yang menduduki jabatan Sekretaris Jenderal MPR RI ini menegaskan bahwa persaingan dalam LCC tidak boleh mengikis rasa persatuan. Peserta diimbau untuk tidak saling merendahkan, mengingat mereka semua adalah duta-duta Lampung yang berjuang untuk nama baik daerah. Pesan ini menggarisbawahi esensi dari Empat Pilar itu sendiri, yakni kebersamaan dalam keberagaman untuk mencapai tujuan nasional yang lebih besar.

Siti Fauziah juga tidak lupa menyampaikan apresiasi mendalam kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung. Dukungan dan kerja sama yang terjalin erat antara MPR RI dan pemerintah daerah menjadi kunci sukses dalam upaya bersama membangun generasi muda yang berkarakter kuat dan berwawasan kebangsaan. Sinergi ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi provinsi lain dalam menyelenggarakan program serupa.

Dengan darah Lampung yang mengalir dalam dirinya, Siti Fauziah memberikan motivasi tambahan kepada para peserta. Ia mengajak mereka untuk mengeluarkan kemampuan terbaik, menatap masa depan dengan optimisme, dan berani bermimpi besar. "Siapa yang mau jadi Presiden? Jadi Menteri? Jadi anggota MPR? Banyak kan," tanyanya, membangkitkan aspirasi dan imajinasi para siswa untuk mengambil peran strategis di masa depan.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, memberikan penegasan serupa mengenai esensi LCC Empat Pilar. Menurut Thomas, ajang ini jauh melampaui sekadar kompetisi untuk meraih kemenangan. Ia memandang LCC sebagai strategi vital dalam memperkuat rasa nasionalisme dan cinta tanah air di kalangan generasi muda.

Thomas Amirico menjelaskan bahwa LCC adalah wadah bagi siswa untuk merasakan dan memahami makna cinta terhadap bangsa dan negara. Program ini dirancang untuk menumbuhkan kebanggaan yang mendalam terhadap identitas keindonesiaan. Dengan demikian, siswa diharapkan dapat memiliki jiwa, semangat, hati, dan rasa kebanggaan yang kuat dalam menjaga keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lebih lanjut, Thomas mengidentifikasi LCC Empat Pilar sebagai gerakan pendidikan kebangsaan yang strategis. Gerakan ini memiliki misi krusial untuk menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Penguasaan nilai-nilai ini merupakan fondasi utama dalam mempersiapkan generasi muda menyambut visi Indonesia Emas 2045.

"Lomba ini tidak hanya sekadar untuk meraih kemenangan," tegas Thomas. Ia melanjutkan bahwa tujuan utama adalah mewujudkan generasi muda yang memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara yang bertanggung jawab. Melalui ajang ini, Thomas berharap akan lahir siswa-siswi terbaik yang tidak hanya menjadi teladan kebangsaan, tetapi juga menginspirasi rekan sebaya mereka, serta menjadi kebanggaan daerah menuju langkah maju menuju Indonesia Emas 2045.

Sehari sebelum kompetisi utama, seluruh peserta telah mengikuti sesi technical meeting yang komprehensif. Sesi ini mencakup pemaparan mendalam tentang materi Empat Pilar MPR RI, penjelasan teknis lomba yang detail, serta proses pengundian peserta yang transparan. Persiapan matang ini memastikan bahwa semua peserta memiliki pemahaman yang sama mengenai aturan main dan materi yang akan diujikan, sehingga kompetisi dapat berjalan secara adil dan merata.

Adapun sembilan sekolah yang berhak melaju ke babak seleksi tingkat provinsi ini adalah SMAN 2 Kotabumi, SMK Negeri 1 Metro, SMA Hang Tuah, SMAS AL Kautsar, SMA Negeri 2 Bandar Lampung, SMAN 12 Bandar Lampung, SMAN 1 Gadingrejo, SMA Negeri 1 Bangunrejo, dan SMAN 01 Tumijajar. Para pemenang dari seleksi di Lampung ini nantinya akan menjadi perwakilan provinsi untuk berlaga di tingkat nasional, membawa harapan dan semangat seluruh masyarakat Lampung.

Sumber: news.detik.com

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan